EKSKLUSIF: BENNY K HARMAN MURKA! TUNJUK MUKA JAKSA: INI DZALIM! INI CARA KERJA SILUMAN!

JAKARTA, RI1TV.com – Suasana rapat Komisi III DPR RI memanas bak bara api. Anggota Komisi III, Benny K Harman, tak kuasa menahan amarah saat membahas penanganan kasus yang menimpa videografer Amsal Christy Sitepu oleh Kejaksaan Negeri Karo.
Dengan nada tinggi dan wajah memerah, Benny beberapa kali menunjuk langsung ke arah perwakilan jaksa yang hadir.
“INI NAMANYA DZALIM! INI BUKAN HUKUM, INI CARA KERJA SILUMAN! INI MAFIA HUKUM!” teriak Benny di hadapan seluruh peserta rapat, Kamis (2/4/2026).
“Hakim sudah memutus BEBAS, artinya dakwaan kalian rapuh! Tapi kenapa kalian masih terus menghantui dia? Kenapa menetapkan tersangka dulu baru cari bukti? Itu namanya menzalimi rakyat! Jangan gunakan seragam negara untuk mainkan permainan kotor!” tambahnya meledak-ledak.

FAKTA: POLA MAFIA HUKUM & PENYIMPANGAN YANG TERBONGKAR
Kasus ini menjadi sorotan nasional karena terungkap pola perilaku yang tidak manusiawi:
– Menyembunyikan Fakta: Bukti yang membebaskan justru ditutup-tutupi.
– Memutarbalikkan Logika: Pekerjaan jasa yang sah dipaksa jadi tindak pidana.
– Intimidasi Berlanjut: Meski sudah bebas, teror dan ancaman masih dilakukan.
– Ciri Mafia Hukum: Bekerja tidak transparan, menggunakan kekuasaan untuk menekan, dan menganggap hukum sebagai alat komersial atau balas dendam.
PESAN DALAM DARI ADVOKAT SENIOR HABIB SALIM JINDAN BAHARUN
(Presiden Majelis Dzikir Prabowo RI-1 & Pengacara Presiden, Penasehat Hukum dan Spritual, Pengalaman Hampir 30 Tahun dalam dunia lawyer, dunia kasus)
Dengan wibawa yang luar biasa, Habib Salim Jindan Baharun sebagai Pengacara Dakwah mengaitkan kasus ini dengan kekuasaan Allah SWT. Sungguh Allah Kuasa Mahkluk Tidak Kuasa. La ilaha IllaAllah.
“Saudara-saudaraku, apa yang terjadi sekarang, kasus Amsal Sitepu yang terbongkar menjadi sorotan nasional, itu bukan kebetulan. Itu adalah bagian kecil dari kuasa Allah yang sedang dibuka. Sesuai janji Allah dalam Al-Qur’an, bahwa kebenaran pasti akan terang dan kebatilan pasti akan sirna.”
“Ingatlah, kita semua selamat sampai saat ini, punya jabatan, punya kekuasaan, itu semata-mata karena RAHMAT ALLAH YANG BESAR. Bukan karena hebatnya kita. Tapi ingatlah, SAMPAI SUATU MASA, Allah punya jadwal. Saat masanya tiba, apa yang disembunyikan di bawah tanah pun akan diangkat ke permukaan. Makanya kasus ini sampai ke pengadilan, jadi berita nasional, dan diketahui seluruh rakyat. Itu karena Allah sedang membuka tabirnya.”
NASIHAT PENUH MAKNA: JANGAN BERLEBIHAN DENGAN JABATAN
“Maka dari itu, mari kita bertobat. Mari kita perbanyak dzikir, ingat Allah, dan Dzikir ingat kematian.
Jangan berlebihan terhadap jabatan. Jabatan itu titipan, hari ini ada, besok bisa hilang. Jangan merasa paling kuat, jangan merasa bisa mengatur nasib orang seenaknya.
Kita mau jadi pahlawan untuk siapa?
Tujuan utama penegak hukum itu adalah menghadirkan iman dan menyebarkan iman. Tugas kalian adalah membuat masyarakat bertambah takwa, bertambah cinta kepada Allah, dan merasa aman di bawah lindungan hukum.
Bukan menjadi alat untuk kejahatan, bukan menjadi alat penyalahgunaan kekuasaan yang justru membuat rakyat takut, benci, dan imannya jadi menurun.
Hukum itu untuk melindungi, bukan untuk menakut-nakuti orang yang tidak bersalah. Bertobatlah sebelum panggilan itu datang menghampiri kita masing-masing.”**
(Redaksi RI1TV. Com Jakarta)
