TRAGIS! BAYI 3 BULAN KORBAN PENOLAKAN RSUD BANGIL MENINGGAL DUNIA, PRESIDEN MAJELIS DZIKIR PRABOWO RI-1 TUNTUT EVALUASI TOTAL

0

PASURUAN FI1tv. Com. – Kabar duka dan sangat menyedihkan datang dari RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan. Bayi berusia 3 bulan yang sebelumnya sempat ditolak penanganannya dan menjadi sorotan publik setelah diadvokasi oleh Majelis Dzikir Prabowo RI-1, akhirnya mengembuskan napas terakhirnya hari ini, tepatnya pada waktu Magrib.

Kabar meninggalnya bayi malang ini baru saja kami terima secara langsung. Kepergian bayi ini menyisakan luka mendalam dan pertanyaan besar bagi semua pihak, terutama mengingat perjuangan panjang yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya.

Kesedihan Mendalam dan Tuduhan Kelalaian

Saya Habib Salim Jindan Baharun selaku Presiden Majelis Dzikir Prabowo RI-1, Presiden Majelis Dzikir RI-1, dan Sebagai Pengacara Presiden yang kebetulan sejak awal turun tangan memperjuangkan hak bayi ini mendapatkan penanganan medis yang layak, menyatakan kesedihan yang tak terhingga.

“Barusan, melalui Habib Ahmad Al-hamid Pengacara Ghaib Majelis Dzikir Prabowo RI-1 Perwakilan Propinsi Jawa Timur Mengabarkan berita duka tepat waktu Magrib ini, bahwa bayi 3 bulan yang kita perjuangkan itu diRumah Sakit Bangil telah meninggal dunia. Ini sangat menyakitkan. Ini adalah bukti nyata bahwa kelalaian dan keterlambatan penanganan memiliki konsekuensi yang sangat fatal,” tegas kami dengan nada bergetar.

Kami menegaskan bahwa kematian bayi ini sangat berkaitan dengan penolakan dan keterlambatan pelayanan yang dialaminya sebelumnya. Meskipun akhirnya diterima setelah adanya desakan, waktu yang terbuang dan penanganan yang terlambat dinilai menjadi faktor krusial yang merenggut nyawa bayi yang masih sangat rentan tersebut.

Tuntutan Evaluasi Total Untuk Seluruh RUSD Rumah Sakit Umum Daerah dan Pertanggungjawaban

Kejadian ini menuntut adanya perbaikan sistem yang mendasar. Kami menuntut dilakukan evaluasi total, tidak hanya terhadap RSUD Bangil, tetapi juga seluruh sistem pelayanan kesehatan di lingkungan pemerintah daerah di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Rumah sakit ini harus dievaluasi secara total. Di mana rasa kemanusiaan? Di mana tanggung jawab pelayan negara? Nyawa seorang bayi melayang karena birokrasi yang kaku dan pelayanan yang buruk,” dan mereka semua, dokter jaga, bahkan Kepala Rumah Sakit Harus di proses Hukum, lontarnya dengan nada geram dan tegas.

Kami juga menekankan agar pihak berwenang, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan hingga pemerintah daerah, Bupati Pasuruan dan Kapolres Pasuruan segera bertindak tegas., dan usut tuntas, Tidak boleh ada lagi korban jiwa di masa depan akibat kelalaian atau ketidakmampuan rumah sakit pemerintah dalam menjalankan tugas mulianya menyelamatkan nyawa rakyat.

“Kami berduka untuk bayi ini. Namun, duka ini harus menjadi pembelajaran yang sangat pahit bagi kita semua. Pelayanan kesehatan harus berubah, harus diperbaiki total, agar tidak ada lagi nyawa tak berdosa yang melayang sia-sia,” pungkas kami. Tim Liputan RI1tv. Com Pasuruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *