Presiden Ke 7 Jokowi Hadiri Salat Idul Fitri 1447 H di Jakarta, Menekankan Kesabaran dan Memaafkan

0

Jakarta, RI1TV.com – Presiden Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Yahya Cholil Staquf mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga. Ucapan tersebut disampaikan setelah Jokowi melaksanakan salat Idul Fitri pada hari Sabtu (21 Maret 2026) di Masjid Agung Al-Bina kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, bersama istri Iriana dan putra bungsu Kaesang Pangarep.

Dalam pesan ucapan yang diterima oleh Jokowi, KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan harapan agar momen lebaran dapat menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga keutuhan bangsa. Ia juga mengapresiasi sikap Jokowi yang selalu mengedepankan nilai-nilai kesabaran dan pemaafan dalam setiap langkahnya.

“Semoga Hari Raya Idul Fitri ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi Bapak Jokowi serta keluarga. Pesan Bapak tentang kesabaran dan pemaafan sangat sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yang patut kita jadikan contoh bersama,” ujar KH. Yahya Cholil Staquf dalam pesannya.

Pada momen sebelum dan sesudah salat berjamaah, Jokowi berkesempatan bertemu dengan beberapa tokoh nasional yang juga melaksanakan ibadah di lokasi sekitar GBK. Meski tidak berbagi barisan salat yang sama, ia kemudian bertemu dengan Anies Baswedan yang sebelumnya menghadiri salat Idul Fitri di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, bersama tokoh-tokoh seperti Jusuf Kalla, Jimly Asshiddiqie, dan Mahfud MD. Keduanya saling bersalaman dan berbincang singkat tentang pentingnya mempererat tali persaudaraan di momen lebaran. Presiden Prabowo Subianto sendiri melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Aceh, dengan didampingi putranya Didit Hedi Prasetyo.

Dalam sambutannya usai salat, Jokowi menyampaikan bahwa ia memaknai lebaran tahun ini dengan kesabaran dan pemaafan. Beliau mengingatkan bahwa selama masa kepemimpinannya bahkan setelahnya, telah menghadapi berbagai tuduhan yang tidak mudah, termasuk polemik seputar ijazah dan upaya mencari-cari kesalahan yang tidak berdasarkan fakta.

“Selama ini kita dihadapkan pada berbagai ujian, mulai dari tuduhan tentang ijazah hingga upaya mencari-cari kesalahan di setiap langkah yang kita lakukan. Namun saya percaya, kesabaran bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang tetap fokus pada hal-hal yang bermanfaat bagi rakyat. Dan pemaafan bukan berarti melupakan, tapi adalah cara untuk melepaskan beban agar kita bisa terus bergerak maju untuk bangsa,” ucap Jokowi, yang juga menyampaikan ucapan selamat hari raya dan berharap momentum lebaran menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan.

Presiden Majelis Dzikir RI-1/ Majelis Dzikir Prabowo RI-1, Habib Salim Jindan ST, SH, juga memberikan tanggapan terkait momen ini. Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden ke 7 Jokowi sangat bermakna dan selaras dengan ajaran agama yang mengajarkan tentang kesabaran dan pemaafan.

“Kita sangat menghargai pesan yang disampaikan Bapak Jokowi. Meskipun beliau masih dihujani tuduhan yang tidak adil, jiwa besar beliau dalam memaafkan dan tetap menanamkan kesabaran kepada kita semua adalah contoh yang luar biasa. Presiden Majelis Dzikir RI-1 yang lahir pada Jaman Presiden Jokowi 17 Juni 2016 menyampaikan bahwa hal ini wajib kita tiru dan wajib kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bangsa kita bisa lebih kuat dan bersatu di tengah perbedaan,” ujar Habib Salim.

Ia juga menambahkan dan menegaskan bagi yang suka mencari cari kesalahan orang lain, cukup dan berhentilah, dan ketahuilah manusia tempat, tempat dosa, terhina dan lalai. Hari ini kita merasa bersih, merasa aman, merasa hebat, belum besok seperti itu. Ingat, kita selamat sampai saat ini karena rahmatNya Allah SWT sampai suatu masa. Ila rahmatan wamataan ilahiin.  Pokoknya stop kita mencari cari kesalahan orang lain, karena belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita olok olokan.  Dan kita stop berhenti hadirkan kebencian dan menyebarkan ujaran kebencian. Dan belajarlah hadirkan iman, sebarkan iman. Terutama pesan ini bagi orang orang yang suka mencari kesalahan ijazah, seolah olah tidak ada pekerjaan lain, tegas habib salim jindan selaku Pengacara Dakwah, penasihat hukum dan spritual dan dikenal juga sebagai habib nya jokowi, dengan sembari tersenyum.

Dan beliu berharap bahwa semoga momen lebaran dan silaturahmi antara para tokoh ini dapat menjadi contoh bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan, kesabaran, suka memaafkan dan bijaksana serta selalu bekerja sama demi kemajuan Indonesia yang lebih baik.

Tim Redaksi RI1tv. Com jkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *